60 Titik Jalan Berlubang dari Pekutatan hingga Gilimanuk
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kerusakan parah di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, kembali memakan korban. Sejumlah pengendara mengalami kecelakaan akibat jalan berlubang, beberapa di antaranya mengalami luka-luka hingga meninggal dunia.
Menjelang arus mudik, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah I mulai melakukan perbaikan di titik-titik kritis, termasuk di Kecamatan Melaya.
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses perbaikan jalan di KM 110 hingga KM 111. Pihaknya telah melakukan pendataan ulang terhadap titik-titik jalan berlubang serta hambatan lain seperti lampu penerangan jalan yang mati.
“Data ini kami serahkan kepada BPJN Wilayah I agar segera dilakukan perbaikan demi keselamatan pengendara,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan, Kecamatan Melaya menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan jalan paling parah di sepanjang jalur nasional tersebut.
“Hari ini saja sudah ada dua kendaraan bermotor mengalami kecelakaan akibat terjebak di lubang jalan. Banyak pengendara yang tidak memahami kondisi jalan sehingga berisiko mengalami kecelakaan,” tambah AKBP Endang.
Selain di Kecamatan Melaya, kondisi jalan rusak juga ditemukan di Kecamatan Pekutatan dan Kecamatan Mendoyo. Kapolres Jembrana mengimbau masyarakat, terutama pemudik, untuk lebih berhati-hati saat melintas di ruas Jalan Denpasar-Gilimanuk.
“Sebelum perbaikan dimulai, kami mencatat ada sekitar 60 titik jalan berlubang dari Pekutatan hingga Gilimanuk. Beberapa di antaranya telah diperbaiki, dan kami akan terus memperbarui data hingga menjelang Operasi Ketupat,” jelasnya.
Pengawas Lapangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Bali, I Gede Ariana, mengungkapkan bahwa target perbaikan hari ini mencakup ruas jalan dari Gilimanuk ke arah timur sepanjang 100 kilometer di Wilayah I. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pengerjaan berjalan lebih lambat.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar perbaikan ini bisa segera diselesaikan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Dengan adanya perbaikan ini, kecelakaan akibat jalan berlubang diharapkan dapat diminimalisir, terutama saat arus mudik Lebaran yang diprediksi meningkat dalam beberapa minggu ke depan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr