search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Konferensi IDEC Ungkap Modus Kejahatan Narkotika Antar Negara
Selasa, 2 Agustus 2022, 18:34 WITA Follow
image

beritabali/ist/Konferensi IDEC Ungkap Modus Kejahatan Narkotika Antar Negara.

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) RI kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggara pertemuan International Drug Enforcement Conference (IDEC)-Far East Regional Working Group 2022. 

Pertemuan para penegak hukum yang menangani masalah narkotika dari berbagai negara Asia Timur dan Pasifik ini digelar dari tanggal 2 hingga 4 Agustus 2022 di Nusa Dua, Bali. 

Berbagai isu tentang peredaran gelap dan penyelundupan narkotika dibahas bersama dalam pertemuan IDEC tersebut. Salah satunya kejahatan narkotika yang masuk dalam transnational organized crime. 

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi negara-negara, khususnya Asia Timur dan Pasifik dalam memperkuat barisan dalam perang melawan narkoba. 

Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose mengatakan digelarnya pertemuan IDEC ini melihat banyaknya modus kejahatan narkotika yang memerlukan kerja sama antar berbagai negara. 

“Kami melihat modus operandi baru dan kini diperlukan kerjasama antar negara-negara. Dalam conference juga akan dibahas kartel di Meksiko," ucap Komjen Glose dalam jumpa pers dengan awak media.

Jenderal bintang tiga di pundak ini mengapresiasi diselenggarakanya IDEC di Bali. Dimana para negara peserta yang ikut pertemuan banyak memiliki atase (ahli diperbantukan pada kedutaan untuk mengurus atau mewakili suatu bidang-red) di seluruh dunia.

"Betapa sangat pentingnya penanganan narkotika ini bersama negara-negara lainnya,” ujar Komjen Golose didampingi Direktur Regional Timur Jauh DEA atau Far East DEA Regional Director, John P. Scott. 

Mantan Kapolda Bali ini kembali menerangkan, pihaknya sedari awal melakukan prevention atau pencegahan dengan menerapkan Soft Power Approach yang dikenal berupa aktivitas pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pasca rehabilitasi. Diharapkan, masyarakat memiliki ketahanan diri dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba.

Terlebih dengan Hard Power Approach dengan pendekatan menitikberatkan pada pemberantasan dalam hal ini pendekatan yang tegas dan terukur. 

Kemudian, Smart Power Approach dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi yang maksimal di era digital dalam rangka mendukung upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia.

“Kami juga melakukan Grand Design Alternative Development (GDAD), kemudian kita lakukan rehabilitasi dan pasca rehabilitasi. Kerja sama lainnya berkaitan dengan penegakan hukum dan Smart Power dengan memanfaatkan digitalisasi sesuai perintah Presiden RI. Hal penting lainnya adalah menjalin kerjasama bersama sejumlah negara di dunia,” tegas jenderal asal Manado Sulawesi Utara itu. 

Ditegaskannya, BNN RI telah menginisiasi kerjasama dengan negara-negara delegasi di dunia. Ketika terjadi kenaikan drug user di Indonesia walaupun dalam kondisi pandemi.

“Kita perlu mencegah dengan melakukan penegakan hukum, sehingga diperlukan kerjasama (antar negara di dunia). Hal ini karena, tidak ada satu negara di dunia yang bisa bekerja sendiri melawan narkotika. Jadi, dalam komitmen ini kita bekerjasama dan berbagi informasi, sekaligus melihat target-target mana yang mesti kita prioritaskan,” tegas alumnus Akpol 1988 ini. 

Komentar terpisah, Direktur Regional Timur Jauh DEA atau Far East DEA Regional Director, John P. Scott mengatakan masalah narkotika menjadi persoalan dan tantangan bersama di dunia. Sehingga komitmen ini patut dibangun sebagai langkah nyata melawan narkotika dan perlu melibatkan kerjasama sejumlah negara.

“Kami menjalin komitmen kerjasama dengan BNN RI, sehingga pencegahan narkotika dalam International Drug Enforcement Conference dapat ditanggulangi bersama-sama dan melawan narkotika melibatkan negara-negara di dunia,” terang John. 

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami