49 KK Tidak Punya Jamban
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dari 60 KK yang ada di Banjar Wali, Yehembang Kangin, Mendoyo, 49 orang diantaranya tidak memiliki jamban. Akibatnya Banjar Wali mengalami kejadian terparah dalam kasus muntaber ini.
Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, I Putu Suasta, Selasa (16/9) menjelaskan wabah muntaber yang terjadi di Banjar Wali disebabkan karena bakteri e-coli patogen yang disebarkan lewat makanan dan minuman.
"Warga Banjar Wali kebanyakan tidak punya jamban, mereka buang air besar di sungai atau kebun sehingga kemungkinan penyebaran bakteri sangat besar, apalagi sumber air minum mereka dari sungai tersebut," terang Suasta.
Menurut Suasta, kemungkinan air yang diminum para warga tersebut sudah tercemar bakteri patogen tersebut sehingga saat diintervensi dengan menambahkan kaporit pada sumber air, penderita muntaber berangsur-angsur menurun.
"Dengan sumber air yang tercemar bakteri, tangan yang mereka cuci tidak bebas dari bakteri tersebut. Kemudian mereka mengambil makanan atau menyuguhkan makanan kepada keluarganya sehingga semua orang yang makan makanan tersebut terjangkit virus e-coli patogen tersebut," bebernya.
Sedangkan untuk Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, wabah tersebut relatif bisa dikendalikan dalam waktu yang lebih singkat lantaran sumber airnya tertutup yang dialirkan lewat perpipaan. "Di Banjar Bangli relatif lebih mudah dikendalikan karena sumber airnya tertutup sehingga ketika saat diintervensi dengan pemberian kaporit di sumber airnya jumlah penderita berangsur-angsur menurun," ujar Suasta.(dey)
Reporter: bbn/rob