search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Muslim Singapura Boleh Makan Daging Hasil Budidaya Laboratorium
Rabu, 7 Februari 2024, 11:31 WITA Follow
image

beritabali.com/cnnindonesia.com/Muslim Singapura Boleh Makan Daging Hasil Budidaya Laboratorium

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) memutuskan umat Islam di Negeri Singa boleh mengonsumsi daging yang dibudidayakan di laboratorium.

The Straits Times melaporkan MUIS mengeluarkan fatwa pada Sabtu (3/2) yang menyatakan daging yang dibudidayakan adalah halal jika menggunakan sel-sel yang bersumber dari hewan yang dibolehkan untuk dikonsumsi umat Islam.

Daging olahan itu juga boleh dimakan apabila tak ada campuran komponen non-halal dalam proses produksinya.

Daging yang dikembangkan di laboratorium adalah sumber daging alternatif yang diproduksi dengan membudidayakan sel-sel hewan secara langsung, beda dengan hewan ternak yang diperoleh secara konvensional.

"Makanan baru, yang dapat diproduksi melalui cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pertanian tradisional dan akuakultur, menawarkan cara praktis untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan," bunyi keterangan Muis, seperti dikutip The Straits Times.

Keputusan MUIS mengeluarkan fatwa ini menyusul persetujuan Badan Pangan Singapura (FDA) yang menyetujui penjualan produk tersebut pada 2020.

Dengan munculnya makanan baru, MUIS pun perlu mengeluarkan putusan apakah makanan tersebut boleh dikonsumsi atau tidak bagi umat Islam.

Komite Fatwa yang didukung oleh Kantor Mufti sendiri telah melakukan penelitian terhadap makanan jenis ini. Komite juga telah berkonsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti FDA, pelaku industri, serta para ilmuwan.

Mereka juga telah mengunjungi fasilitas manufaktur lokal yang memproduksi daging budidaya untuk menilai langsung bagaimana daging itu diproduksi.

Badan itu pun menyatakan bakal bekerja sama dengan lembaga pemerintah seperti FDA dan pelaku industri untuk mengembangkan pedoman sertifikasi halal atas daging budidaya ini.

"Kita bisa menjadi salah satu negara pertama di dunia yang benar-benar memimpin di bidang ini, tidak hanya memproduksi daging budidaya, tapi juga memastikan halal bagi umat Islam untuk dikonsumsi," kata Menteri yang bertanggung jawab atas Urusan Muslim, Masagos Zulkifli, seperti dikutip Channel News Asia (CNA).(sumber: cnnindonesia.com)

Editor: Juniar

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami