search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Koster Dukung Upaya Menjadikan Kopi Kintamani Sebagai Produk Ekspor
Kamis, 7 Februari 2019, 09:21 WITA Follow
image

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Wayan Koster mendukung upaya menjadikan kopi Kintamani sebagai produk ekspor dari Bali. Hal ini disampaikannya saat menerima distributor, petani kopi dan atase pertanian di Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/2).

“Kita tahu kopi Kintamani sangat bagus, untuk itu perlu difasilitasi agar bisa nantinya melakukan ekspor,” kata Gubernur yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Koster mengatakan akan terus menyiapkan peraturan lanjutan agar produk pertanian lokal dapat diterima di pasaran bahkan berorientasi ekspor. Kopi, menurutnya salah satu produk pertanian di Bali yang menjanjikan untuk dikemas secara baik dan diekspor ke luar negeri

Atase Pertanian Kedubes RI di Washington DC, AS, Hari Edi Soekirno mengatakan Amerika dan negara sekitarnya merupakan pangsa pasar kopi yang menjanjikan. Permintaan menurutnya mencapai sekitar 6 juta USD seluruhnya. “Kita (Indonesia) baru bisa memasok sekitar tiga ratus ribu, masih sangat jauh dan pangsa pasarnya terbuka,” kata Hari.

Ia menambahkan Kopi Kintamani memiliki rasa spesial yang sudah diakui oleh Perancis. Sebagai tindak lanjut maka Kopi Kintamani juga harus dikenalkan  juga ke Amerika.

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kintamani Bali yang juga petani Kopi Kintamani Ketut Jati mengatakan Kopi Kintamani memiliki rasa spesifik yang tidak ada di daerah lain. Kopi Kintamani juga sudah memiliki sertifikat indikasi geografis dan hak paten, hanya saja pemasaran saat ini masih terbatas.

Jati menyambut baik jika Kopi Kintamani bisa merambah pasar amerika dengan bantuan pemprov Bali dan distributor. “Di Kintamani ada 64 subak yang mengembangkan kopi ini, yang kami butuhkan hanya sarana prasarana agar bisa mengolah sesuai SOP,” kata Ketut Jati.

Direktur PT Dagna Agro Bumi Wahyudi Angligan berharap Pemprov Bali bisa membantu memfasilitasi agar Kopi Kintamani jenis Arabika ini bisa merambah ke pasar AS. Bahkan disamping berorientasi ekspor pertanian kopi Kintamani nantinya bisa dikemas dengan agro tourism yang bisa menarik minat wisatawan dan semakin meningkatkan citra kopi Kintamani. “Kami melihat peluang karena kopi Arabika belum terlalu dikenal disana,” kata Wahyudi

Reporter: Kominfo NTB



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami