search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
80 Tewas Usai Serangan Udara ke Konser Myanmar, Terbanyak Sejak Kudeta
Rabu, 26 Oktober 2022, 06:35 WITA Follow
image

beritabali.com/cnnindonesia.com/80 Tewas Usai Serangan Udara ke Konser Myanmar, Terbanyak Sejak Kudeta

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Setidaknya 80 orang tewas akibat serangan udara Myanmar ke salah satu konser pada Minggu (23/10). Ini merupakan jumlah korban serangan udara terbanyak sejak kudeta pecah tahun lalu.

Seorang anggota tim penyelamat Myanmar melaporkan bahwa 80 orang yang tewas itu termasuk penyanyi dan musisi pengisi acara. Associated Press melaporkan bahwa serangan itu terjadi ketika Organisasi Kemerdekaan Kachin sedang merayakan hari jadi mereka dengan gelaran konser.

Seorang juru bicara Asosiasi Seniman Kachin mengatakan bahwa pesawat militer Myanmar menjatuhkan empat bom ketika konser sedang berlangsung pukul 20.00 waktu setempat. Saat itu, antara 300-500 orang menghadiri konser tersebut. Mereka langsung kocar-kacir dan puluhan di antaranya meninggal dunia.

Kantor informasi junta militer Myanmar mengonfirmasi bahwa mereka memang melancarkan serangan ke markas Brigade Kesembilan Tentara Kemerdekaan Kachin.

Menurut mereka, serangan itu merupakan "operasi yang dibutuhkan" sebagai respons atas tindakan "teroris" yang dilancarkan kelompok Kachin.

Namun, mereka membantah kabar militer membombardir konser. Mereka juga membantah informasi yang menyebutkan penyanyi dan warga sipil menjadi korban tewas dalam serangan itu.

AP sendiri tak bisa mengonfirmasi laporan kematian dan serangan ini secara independen.

Sementara itu, kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Myanmar menyatakan "kekhawatiran mendalam dan sangat sedih" dengan laporan serangan udara tersebut.

"[Serangan] yang tampaknya berlebihan dan merupakan penggunaan kekuatan tak wajar oleh angkatan bersenjata terhadap warga sipil tak bersenjata itu tak dapat diterima, dan yang bertanggung jawab harus diadili," demikian pernyataan mereka.

Perwakilan sejumlah negara Barat di Myanmar juga merilis kecaman melalui pernyataan bersama.

"[Serangan ini menunjukkan junta militer] melanggar kewajiban mereka untuk melindungi warga sipil dan menghormati prinsip hukum internasional," demikian kutipan pernyataan bersama tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)

Editor: Juniar

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami