search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
Air Sungai Meluap, Arus Lalu Lintas Denpasar-Gilimanuk Macet
Senin, 17 Oktober 2022, 09:47 WITA Follow
image

bbn/suara.com/Air Sungai Meluap, Arus Lalu Lintas Denpasar-Gilimanuk Macet.

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Arus lalu lintas Denpasar- Gilimanuk macet karena Air sungai yang meluap di Jembatan Bilukpoh, Tegalcangkring pada Minggu (16/10/2022).

Kapolres Jembrana bersama personel mengevakuasi warga yang terdampak akibat luapan air sungai. Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil pribadi, truk, dan bus diminta parkir.

"Menjauhi jembatan untuk menghindari luapan air," ucap Kapolres Jembrana.

Masyarakat diharap bersabar karena jembatan Bilukpoh dipenuhi dengan batang kayu berukuran besar, dan kabel listrik sehingga tidak bisa dilewati.

Banjir bandang dari luapan aliran sungai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, hingga menyebabkan kerusakan beberapa infrastruktur seperti jembatan.

"Tim kami sudah turun ke lokasi-lokasi yang dilanda bencana, dan kami terus melakukan pemantauan. Bencana ini karena luapan air dari sungai," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra, di Negara, Kabupaten Jembrana, Senin 17 Oktober 2022.

Ia mengatakan, hujan lebat di hulu sungai Minggu (16/10) menyebabkan sungai-sungai di Jembrana meluap hingga ke daratan sisi sungai.

"Kami masih terus melakukan pendataan kerusakan, baik fasilitas umum maupun rumah warga akibat banjir ini. Koordinasi dengan institusi-institusi terkait juga dilakukan untuk mempercepat bantuan bagi warga yang menjadi korban," katanya.

Informasi yang dihimpun mencatat, sejumlah jembatan putus akibat banjir bandang, serta ratusan rumah warga terendam air cukup tinggi.

Banjir yang melampaui jembatan di Dusun Biluk Poh, Kecamatan Mendoyo itu menyebabkan arus kendaraan arah Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya, dilarang untuk sementara melewati jembatan tersebut karena berbahaya.

Ratusan warga juga mengungsi untuk menghindari air bah, termasuk beberapa diantaranya dengan membawa hewan ternak seperti sapi yang biasanya ditambatkan di dekat sungai.

"Kami imbau warga untuk mencari tempat yang aman. Cuaca masih tidak menentu saat ini," kata Agus. (sumber: suara.com)

Editor: Robby

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami