search
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
radio_button_unchecked
light_mode dark_mode
PLN Perkuat Jaringan Transmisi di Bali untuk KTT G20
Rabu, 7 September 2022, 14:44 WITA Follow
image

beritabali/ist/PLN Perkuat Jaringan Transmisi di Bali untuk KTT G20.

IKUTI BERITABALI.COM DI

GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kebutuhan listrik di Bali dengan digelarnya KTT G20 dipastikan meningkat. Sejalan dengan itu PT PLN (Persero) terus memperkuat seluruh infrastruktur ketenagalistrikan di Bali untuk menjamin pasokan andal selama KTT G20 berlangsung pada November mendatang. 

Salah satunya, penguatan jaringan yang dilakukan PLN di Jalur SUTT 150 kV Pesanggaran/Pemecutan Kelod - Bandara. 

Direktur Mega Project dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto menuturkan penguatan jaringan transmisi ini dilakukan PLN untuk mendukung peningkatan keandalan sistem ketenagalistrikan di Bali khususnya dengan adanya presidensi G20, sehingga diharapkan dengan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal akan memberikan dukungan penuh bagi Pemerintah dalam melaksanakan event Presidensi G20. 

"Dengan berhasilnya pemberian tegangan pertama (energize), maka keandalan sistem kelistrikan di Bali akan semakin bertambah. Seiring dengan  optimalnya sistem kelistrikan diharapkan mampu mendukung perhelatan KTT G20 dari sisi penyediaan kelistrikan yang andal," ujar Wiluyo. 

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali, Muhammad Ramadhansyah menjelaskan Rekonfigurasi jalur SUTT 150 kV Pesanggaran - Bandara dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja jalur eksisting dengan cara mengganti 9 tower yang berada di tengah section bendung gerak Tukad Mati dari tipe concrete pole menjadi 4 tower lattice dan 4 low level gantry pada posisi yang lebih aman. 

"Telah berhasil dilakukan pemberian tegangan pertama (energize) pada pekerjaan ini lebih cepat dari waktu yang ditetapkan dengan rencana tingkat TKDN sebesar 84,28 persen," ujar Ramadhansyah. 

Ia juga mengatakan keberhasilan ini juga berkat dukungan dan kolaborasi semua pihak. "Keberhasilan ini akan semakin meningkatkan keandalan sistem di Bali khususnya dalam mendukung sistem ketenagalistrikan yang optimal,” tutup Ramadhansyah.

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami