Bali Terapkan Sistem Integrasi Armada Untuk Tingkatkan Layanan Angkutan Umum
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kecelakaan berlalu lintas pada angkutan umum penumpang di Provinsi Bali yang mana menjadi salah satu daerah tujuan utama wisata di Indonesia dan dunia, menjadi perhatian yang sangat serius oleh pemerintah daerah Provinsi Bali.
Baca juga:
Begini Definisi dan Tata Cara Balian atau Penyehat Tradisional Bali Tersirat di Kode Etik
Dinas Perhubungan Provinsi Bali bersama dengan TransTRACK selaku penyedia teknologi pengelolaan armada, serta TUV Rheinland selaku penyedia sertifikasi sarana angkutan yang berkeselamatan, telah menyelenggarakan seminar untuk mensosialisasikan penerapan sistem manajemen keselamatan pada angkutan umum penumpang sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan dan pembinaan hal tersebut.
Untuk menyediakan layanan pariwisata yang lebih berkualitas dan kelas dunia, layanan angkutan pariwisata merupakan salah satu faktor kunci yang perlu dibenahi. Ini sejalan dengan program Gubernur Bali untuk mengelola pariwisata berbasis pada nilai2 lokal yang sangat mengutamakan pemuliaan pada lingkungan yang tertuang dalam Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Dalam kegiatan seminar ini, Kepala Subdirektorat Manajemen Keselamatan Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan RI, Heri Prabowo, selaku wakil pemerintah tidak hanya membahas kecelakaan sebagai akibat dari belum terlaksananya manajemen keselamatan secara optimal dan berkesinambungan, tapi juga faktor-faktor penting penyebab pemicu kecelakaan angkutan umum penumpang dari mulai aspek perizinan, administrasi, pengemudi yang tidak menguasai medan dan mengoperasikan kendaraan, cara berkendara yang ugal-ugalan, ODOL sampai dengan seringnya overtime yang menyebabkan kelelahan.
Dalam paparannya pada sosialisasi tersebut, juga dikatakan bahwa hal ini bisa ditangani dengan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK) pada setiap armada maupun angkutan umum yang sedang beroperasi. Penerapan konsep dari SMK ini sendiri bukanlah beban/biaya, tapi merupakan investasi bagi perusahaan, kendaraan, maupun pengemudinya.
Salah satu cara untuk bisa memulai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan bagi angkutan umum penumpang adalah dengan menerapkan Labelling bagi angkutan yang sudah menjalani audit/assessment dan sertifikasi keselamatan. Labelling ini akan dibagi dalam 3 tingkatan yang berbeda yaitu Platinum, Gold, dan Silver, yaitu mengacu pada kondisi/keadaan kendaraan. Labelling ini juga akan berguna untuk menghentikan praktik kartel dan juga sindikat pelaku pariwisata dalam penerapan komisi yang tidak rasional.
Selain itu, Dinas Perhubungan Provinsi Bali juga menyinggung tentang pentingnya penggunaan teknologi pengelolaan armada menggunakan Fleet Management System yang berkualitas dan mampu terintegrasi dengan seluruh pemangku kepentingan keselamatan kendaraan. Penerapan teknologi ini akan dapat memastikan terwujudnya keamanan dalam layanan angkutan umum, dengan standar pelayanan minimum.
Dinas Perhubungan Provinsi Bali akan mendorong integrasi Sistem Management Keselamatan, FMS, dan labeling angkutan pariwisata sebagai model tata kelola pariwisata Bali yang menjamin tersediannya layanan yang berkualitas, berintegritas, terbuka, dengan risiko yang terkelola dengan baik.
Lebih dalam lagi tentang teknologi pengelolaan armada ini, Anggia Meisesari selaku CEO & Founder TransTRACK juga menyampaikan bahwa dengan menggunakan teknologi pengelolaan armada yang salah satunya sudah dikembangkan dan diimplementasikan TransTRACK di Indonesia, maka para pengguna solusi TransTRACK akan merasakan peningkatan sebesar 20-40% produktivitas dan utilisasi armada mereka, dan penurunan 10-30% biaya operasional armada.
Teknologi pengelolaan armada atau lebih dikenal dengan Fleet Management System (FMS) TransTRACK ini memungkinkan kendaraan pariwisata lebih terjamin keselamatannya dengan fitur yang dapat memantau identitas dan perilaku pengemudi, kelelahan pengemudi, situasi di jalan dan di dalam kabin dengan pemanfaatan kamera, dan komunikasi 2 arah yang memungkinkan komunikasi dengan pengemudi tanpa harus memegang handphone.
Teknologi TransTRACK juga didukung global SIM Card untuk meminimalisir blank spot (kehilangan sinyal jaringan seluler) sehingga riwayat perjalanan lebih lengkap. TransTRACK juga menerapkan Artificial Intelligence dalam Fuel Sensor untuk meningkatkan akurasi pemantauan BBM sampai dengan 98%, lebih tinggi dari pada fuel sensor yang terdapat pada GPS di pasaran pada umumnya. Selain itu, TransTRACK juga telah terintegrasi dengan sistem Kementrian Perhubungan Republik Indonesia yang mendukung penerbitan izin trayek pada angkutan penumpang.
TransTRACK memberikan nilai tambah bagi para pelanggannya berupa kompensasi kecelakaan senilai Rp 50 juta per orang apabila terjadi kematian atau cacat tetap, serta santunan pengobatan senilai Rp5 Juta per orang per kejadian. Hal ini membuat TransTRACK menjadi penyedia solusi pengelolaan armada yang sejalan dengan program pemerintah khususnya Dinas Perhubungan Provinsi Bali dalam meningkatkan layanan angkutan umum penumpang berkualitas dan berkeselamatan.
Reporter: bbn/adv