News

Nyastra Ring Puri Gede Penebel

 Rabu, 03 April 2024, 14:10 WITA

beritabali/ist/Nyastra Ring Puri Gede Penebel.

IKUTI BERITABALI.COM LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Beritabali.com, Tabanan. 

Napak Tilas Kidung Yadnyeng Ukir Karya Ida Pedanda Ngurah Minggu (31/3)/2024 kegiatan Nyastra yang biasanya dilakukan di Pura Pengastan Blayu, kali ini, atas pikarsan angga Puri Gede Penebel, acara dilakukan di Puri Gede Penebel, kabupaten Tabanan. 

Acara pembukaan pada  kira-kira pukul 11 WITA hingga menjelang santap siap dilaksanakan di Puri Gede Penebel  Saren Kelod, kemudian acara makan siang dan Dharma Tula dilaksanakan di Puri Gede Penebel Saren Kaler. 

Sebelum mencapai Puri Gede Penebel Saren Kaler, para peserta dihantar mececingak di Pura Batur Suci Puri Gede Penebel yang berada diantara Puri Gede Penebel Saren Kelod dan Saren Kaler juga ke Pura Pusar Tasik yang masih berada di wewidangan Puri Gede Penebel. 

Di sana peserta mendapat sekilas penjelasan mengenai keberadaan dan pelinggih-pelinggih yang ada di pura tersebut. Acara ini seperti tertera di spanduk bertema NAPAK TILAS KIDUNG YADNYENG UKIR; kidung ini dikarang oleh Ida Pedanda Ngurah asal Gerya Gede Blayu pada tahun 1921.

Suasana nyastra kali ini agak lain, bisanya di pura yang sunyi dan hening, kali ini di puri yang luas, megah dan asri, dihadiri tidak kurang dari 16 orang ida pedanda, seorang ida resi sebagai tuan rumah, angga puri-puri: Puri Agung Tabanan, Pengurus Pasemetonan Ageng Pratisentana Sri Nararya Kenceng, Puri Kompyang Tabanan, Puri Oka Tabanan ring Jegu, Puri Oka Tabanan ring Biaung  dan Puri Gede Belulang, angga gerya, pemangku, seniman, mahasiswa, ibu-ibu angga puri, dan akademisi, antara lain Prof IBG Yudha Tri Guna dan Prof IBP Suamba sekaligus memandu acara ini.

Sebenarnya acara nyastra ini sudah sejak lama dirintis; atas pasuwecan ida bhatara- bhatari  acara bisa terlaksana dengan tata titi dan tata lungguh yang baik. Acara nyastra ini menurut sambutan penglingsir Gerya Gede Blayu, IB. Gede Dalem Setiarsa bertujuan untuk napak tilas pemargi Bhatara Ida Pedanda Ngurah, pengawi Kidung Yadnyeng Ukir, bersama para raja di Tabanan, termasuk raja Penebel para tahun 1916 melaksanakan karya Agung Panca Balikrama di Pura Luhur Batukaru; dan sejumlah pura di gunung termasuk Pura Pucak Padang Dawa, Gunung Beratan, dan lain-lain.  

Di sini disebutkan lima raja yang ikut berperan: Tabanan di tengah, Penebel di utara, Blayu di timur, Kediri di Selatan, dan Kerambitan di barat. Setiarsa juga memperkenalkan karya-karya Ida Pedanda yang sempat dikenal, seperti Kakawin Gunung Kawi, Kakawin Kusuma Wicitra, Kidung Bhuwana Winasa, dan lain-lain. Nampaknya baik Ida Pedanda dan para raja menaruh perhatian yang sangat besar terhadap gunung-gunung yang sebagian besar di arah hulu kerajaan Tabanan. 


Halaman :





Tonton Juga :





Hasil Polling Calon Bupati Tabanan 2024

Polling Dimulai per 1 September 2022


Trending